5027
Adakah artinya angka tersebut buat anda? Bisa Ya dan pastinya yang bilang tidakpun lebih banyak lagi. Sekedar tahu saja bahwa saya menuliskan angka tersebut karena ada sejumlah orang yang terbilang dengan angka tersebut. Yang saat ini dihinggapi penyakit ”Narcism”
Yang saya maksud mereka-mereka yang saat ini sedang memamerkan dirinya sendiri. Memamerkan wajahnya, mengenalkan kumisnya, memajang kacamatanya dan mungkin lengkap dengan atribut peci dan senyum sungging yang sedikit dipaksakan. Dan tentu anda bisa menebak sendiri ”narcism” yang saya maksudkan adalah mencaleg-kan dirinya.
Dan secara sangat kebetulan saya ternyata salah satu diantaranya. Diantara 5027 orang sebanten yang nama dan wajahnya beredar di seantero Banten. Nama dan foto saya nantinya akan ada diantara 5027 orang yang tercantum di kertas suara (meski untuk foto tentu hanya DPD saja) namun sudah kadung tersebar luas bahwa arena mengkampanyekan diri ini ternyata menampilkan dirinya sejadi2nya, meskipun pada saat nanti di kertas suara mereka yang memperebutkan kursi DPR dan DPRD hanyalah urutan nama-nama yang di bumbui dengan berbagai atribut gelar di belakangnya.
Diantara 5027 orang tersebut, saya merasa belum sepenuhnya terjangkiti oleh wabah pandemik penyakit ”Narcism”. Persoalannya bukan lantaran belum terinveksi, melainkan masalah dompet yang tak kunjung mekar-mekar sehingga sepertinya saya harus menahan diri sampai akhirnya dompet saya lebih tebal sedikit dari kesehariannya, karena jelas pasti akan sangat menguras energi sekali. Karena gesekan ATM tentu berimplikasi pada berkurangnya energi keseharian saya. Anda boleh menertawakan saya. Ambil contoh saja untuk mencetak 20,000 stiker saja saya harus menjual 2 buah komputer dan satu printer, itupun setengahnya di bantu oleh kawan-kawan yang tahu-tahu sms ”sudah ditransfer” kata mereka. Stiker saya ukuran mini sekali. Seperempat kertas folio.
Anda bisa membayangkan berapa yang harus dikeluarkan untuk mencetak 50,000 stiker ukuran double folio (8x ukuran setiker saya) dan berapa yang harus dikeluarkan untuk lebih dari 100,000 stiker setiap edisinya. Dan kalikan itu untuk 5027 orang. Masya Allah. Sungguh sebuah peluang bisnis yang menggiurkan. Dan saya menggerutu kenapa tidak bisnis percetakan. Dalam batin saya.
Meski ada sebuah keprihatinan yang mendalam buat saya, bahwa diantara para kaum ”narcism” tadi ada yang berasal dari uang yang sehat dan dari pandangan sekilas ada yang berasal dari uang yang kurang sehat atau bahkan dari uang hasil proyek-proyek yang bergulir di APBD, dan melihat defisitnya APBD Banten senilai 147,9 Milyar, saya tercengang masih ada kandidat Caleg yang notabene hidup dilingkungan APBD dengan gagahnya tanpa malu-malu bahkan over limit menurut ukuran caleg sendiri, sudah Kampanye layaknya calon kepala Daerah. Bahkan mengiming-imingi dengan voucher hadiah segala.
Adakah yang salah??? Menurut ukuran dompet anda mungkin tidak salah, meski demikian saya kira ada ukuran batasan moral yang hendaknya menjadi acuan, jika anda pengusaha besar dari hasil keringat sendiri mungkin anda boleh saja bebas-sebebas-bebasnya tapi kalau anda masih menggantungkan hidup pada APBD masih berkeliaran disektor pelat merah, masih bergentayangan dari DIP ke DIP yang lain. Saya kira ini menjadi problem karena defisitnya anggaran Banten boleh jadi memberikan indikator there is something wrong. Karena sebodoh-bodohnya masyarakat pasti melihat, mereka juga membaca koran dan mendengar radio, dan televisi belum lagi mereka juga berinternet ria. Jadi informasi itu akan cepat sampai tersuguh pada mereka.
Narcism ya narcism, tapi ya jangan Narcism amat lah. Apa artinya Baliho sebesar lapangan sepakbola kalau rakyat tahu betul dananya dari hasil “ngembat uang rakyat”. Apa artinya iklan di media setiap hari disemua media lokal dan nasional kalau rakyat sampai tahu bahwa Anda Anak pejabat atau menantu pejabat atau suami pejabat. Bukankah anda sedang mempertontonkan pengadilan cemoohan diri sendiri, bukankah anda sedang menyembunyikan senyum kerakusan anda yang tentu saja mengundang rasa jijik.
5027 orangbaik foto, kumis, kacamata, peci dan berbagai atribut lainnya bergentayangan seantero Banten. Tentu hanya orang yang sedikit gila saja yang mempertaruhkan segala sesuatunya untuk sebuah kursi yang belum tentu setelah mendapatkan dan memperoleh kursi tersebut anda makin dihormati, jangan-jangan anda bersiap-siap menyusul aktor-aktor politik yang saat ini tengah di ”satroni” oleh KPK.
salam kenal dan persahabatan
Mohammad Hamdan
(ingat Satu2nya dikertas suara DPD YANG PEGANG MIK)